Cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan system dan memasukinya untuk kepentingan pribadi & mencari keuntungan dari system yang dimasukinya seperti : pencurian data, pembobolan, penghapusan, dan banyak lagi yang lainya. Dilihat dari cara kerjanya, Cracker adalah orang yang hanya bisa merusak, tanpa pernah bisa membangun sistem yang bermaanfaat seperti yang di kerjakan oleh seorang Hacker.
Hal-hal yang biasa dilakukan cracker :
1.
Mampu membuat suatu
program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak
dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagia contoh : Virus, Pencurian Kartu
Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web
Server.
2.
Bisa berdiri sendiri
atau berkelompok dalam bertindak.
3.
Mempunyai website atau
channel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa
mengaksesnya.
4.
Mempunyai IP address
yang tidak bisa dilacak.
5.
Kasus yang paling
sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs
dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah
mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang
lama, kasus klikBCA.com yang paling hangat dibicarakan beberapa waktu yang
lalu.
5
Kasus Hacking Terbesar Selama Tahun 2015
1.
Ashley Madison
Sebuah kasus hacking yang sangat
besar dimana melibatkan lebih dari 37 juta pengguna dengan data-data yang cukup
pribadi dan sensitif. Bahkan dilaporkan juga kalau data yang terbongkar salah
satunya adalah data keuangan.
Website khusus dewasa ini di-hack
oleh sejumlah hacker sebagai langkah memberikan informasi kalau fitur Full
Delete berbayar yang dimiliki website tersebut hanyalah bohong karena
disebutkan data pengguna tidak akan disimpan
2.
Anonymous Vs ISIS
Kasus Anonymous Vs ISIS ini
bermula ketika ISIS mengebom kota Paris dan mereka menyebutkan bahwa mereka
dalang dari kerusuhan tersebut. Hal ini mendapat perlawanan dari Anonymous yang
merupakan grup hacker terkenal di dunia. Dengan kemampuannya, Anonymous
berhasil membongkar rencana ISIS serta menyebarkan akun Twitter anggota ISIS.
Selain itu Anonymous juga menutup akses website ISIS.
3.
Anonymous Vs Turki
Perang antara Anonymous dengan
pemerintah Turki dengan mematikan lebih dari 400.000 website Turki dan terus
akan menyerang Turki secara cyberattack. Hal ini dikarenakan Turki mendukung
ISIS, sementara Anonymous ingin Turki berhenti memberikan dukungan terhadap terorisme,
dan cara inilah yang dilakukan Anonymous. Bahkan tidak hanya website, tetapi
bank serta situs pemerintah juga menjadi bahan serangan Anonymous ke Turki.
4.
Anthem
Serangan hacker ke Anthem menjadi
pembongkaran data mengenai informasi kesehatan terbesar dalam sejarah. Hacker
disebutkan berhasil mengambil lebih dari 78 juta data pasien dan juga 18 juta
data mengenai pekerja. Anthem merupakan salah satu perusahaan asuransi
kesehatan terbesar di Amerika Serikat.
5.
Anonymous vs Donald Trump
Terpicu dari sebuah pidato Donald
Trump yang menyerang sebuah agama dimana Islam dianggap sebagai teroris dan
akan mengusir penduduk beragama muslim di Amerika Serikat serta melarang Muslim
masuk ke Amerika Serikat. Hal ini memicu Anonymous untuk menyerang website
milik Donald Trump sebagai langkah peringatan jika Donald Trump terus melakukan
hal serupa dan menyebar kebencian.

0 komentar:
Posting Komentar